Oleh: nandyagoesti | Maret 7, 2010

Up In The Air, Apa Hal Terpenting Di Dalam Hidup Anda?

Hanya ada satu kata yang bisa saya ungkapkan ketika saya selesai menyaksikan film ini, tertegun. Ya saya tertegun ketika saya berjalan keluar menyusuri koridor bioskop di tempat saya menyaksikan film ini. Sebuah film yang menurut saya penuh dengan pesan dewasa (dewasa dalam konteks mature ya, bukan adult. :D) dan tentunya, saya akan membagi pesan-pesan tersebut kepada anda, ya anda, my faithful reader.

Up In The Air

Film ini dimulai dengan sebuah soundtrack yang sangat nendang menurut saya. It’s Sharon Jones & The Dap-King’s This Land is Your Land. Film ini mengisahkan kehidupan Ryan Bingham (George Clooney), seseorang yang memiliki pekerjaan yang sangat luar biasa unik. Dia bekerja untuk Career Transition Counseling, sebuah perusahaan yang bisa anda pakai jasanya apabila anda terlalu takut untuk memecat pegawai anda. Ya, Ryan adalah seseorang yang dipekerjakan untuk memecat orang lain. Sounds bad, eh?

Pekerjaan itu memaksanya harus berada di kehidupan yang hanya berkutat dengan pesawat-bandara-kamar hotel-client office-kamar hotel-bandara-pesawat. Ia menghabiskan lebih dari 300 hari dalam setahun untuk melakukan pekerjaannya. Namun ternyata justru hal itulah yang membuatnya bahagia. Ia memang tidak dekat dan tidak merasa nyaman apabila harus berada di dekat keluarganya.

Ia bisa dibilang sebagai seorang maestro di pekerjaannya itu, hingga kemudian muncullah seorang pegawai muda bernama Natalie Keener (Anna Kendrick) yang membuat inovasi baru di perusahaan itu dengan menawarkan konsep pemecatan via webcam video streaming. Inovasi yang sangat ditentang oleh Ryan. Singkat cerita, Ryan akhirnya meminta untuk mengajak serta Natalie dalam perjalanannya keliling Amerika Serikat untuk memecat orang-orang untuk membuktikan bahwa ide tersebut tidaklah brilian.

Dan perjalanan itulah yang akhirnya sedikit demi sedikit membuka cakrawala Ryan tentang apakah tujuan hidup dia sebenarnya. Ia mulai menyadari bahwa ia juga membutuhkan seseorang yang akan mendampinginya selama hidup, ia mulai menyadari bahwa ia juga membutuhkan rumah dan keluarga yang akan menunggunya dan menghiburnya ketika ia telah lelah bekerja, ia juga mulai menyadari bahwa pekerjaan dan gaji besar yang ia hasilkan ternyata tidaklah berarti apabila ia tidak dapat menemukan kebahagiaan yang sebenarnya ia cari.

Saya tertegun karena selama ini saya merasa bahwa saya belum menentukan tujuan hidup saya yang sebenarnya. Saya merasa bahwa selama ini saya belajar, kuliah, mengerjakan Tugas Akhir, tanpa sadar bahwa ada hal yang terpenting, yang tanpanya semua yang saya lakukan ini hanyalah sia-sia belaka.

Dan hal terpenting dalam hidup saya itu, adalah keluarga.

Family

That’s mine, what’s yours?😀


Responses

  1. one step ahead..go! go! ^^

    • go! go!🙂
      besok ada kongkow2 lagi bang? besok saya InsyaAllah bisa ikut bang..🙂

  2. Indahnya keluarga….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: