Oleh: nandyagoesti | Oktober 2, 2008

Lebaran yang menyenangkan dan mengenyangkan

Alhamdulillah akhirnya saya masih diberikan kesempatan oleh Allah S.W.T untuk dapat kembali mengumandangkan takbir di hari pertama bulan syawal yang mulia. Saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya bersilaturahim, bertemu, dan berinteraksi dengan seluruh sanak saudara. Saya masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidangan-hidangan lezat ala lebaran di Indonesia. Dan saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan di hari raya ini dengan saudara-saudara pembaca semuanya.

Alhamdulillah.

Hari raya Idul Fitri tahun ini berlangsung sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Cuma yang berbeda dari tahun ini adalah saudara-saudara saya merayakan hari yang istimewa ini di kediaman saya sehingga saya tidak perlu merasakan kejamnya jalanan lintas propinsi di kala masa-masa mudik lebaran. Lebaraan hari pertama saya lewati dengan melaksanakan Shalat Iedul Fitri di Masjid Al-Amjad, masjid terbesar di Kabupaten Tangerang. Kemudian pulang dan dilanjutkan dengan acara halal-bihalal dengan ayah, ibu dan adik saya. Tidak lama berselang mulai berdatanganlah kerabat-kerabat dan tetangga-tetangga sekitar rumah yang juga tidak ingin ketinggalan untuk saling bermaaf-maafan di hari yang mulia itu.

Tentu saja tidak lupa untuk menyantap ketupat + opor ayam + rendang buatan ibu saya (makanan pertama).

Kemudian saya dan keluarga pergi berkunjung ke rumah salah satu kerabat ayah saya. Beliau sudah keluarga saya anggap sebagai ayah dan ibu sendiri karena memang ikatan tali silaturahim diantara kami sangat kental dan erat. Dan kembali saya dengan “terpaksa” kembali menyantap ketupat + rendang (makanan kedua).

Siang harinya mulailah bermunculan paman dan bibi saya beserta sepupu saya ke rumah. Cukup banyak yang datang dan ternyata memang amat membahagiakan bertemu sanak famili setelah sekian lama tidak pernah bersua karena kesibukan masing-masing. Dan pasti ada acara makan bersama, sehingga saya pun akhirnya makan ketupat + opor ayam + rendang lagi (makanan ketiga, gagallah program diet saya….).

Sekitar pukul tiga sore, para sanak famili pun mulai beranjak pulang kerumah masing-masing. Dan tugas berikutnya adalah beres-beres rumah yang cukup berantakan. Setelah berberes-beres rumah, entah mengapa perut kembali terasa lapar (WTF!!!) sehingga saya pun akhirnya kembali makan. hahahaha. (makanan keempat).

Sehingga total hari ini saya makan sebanyak empat kali dan itupun belum ditambah dengan kue-kue ringan yang saya makan seharian penuh. Ya Tuhan, ampunilah hambamu ini. hahahaha.

Sehingga resmilah kalau tajuk lebaran kali ini adalah lebaran yang menyenangkan dan mengenyangkan. Membuat track lari Sabuga ataupun Fitness Centre Sabuga menjadi tempat yang wajib saya datangi pasca lebaran ini. Doakan saya ya teman-teman…


Responses

  1. ahh..lebih lemah ini.. :P~

  2. Wih, sedap beut kynya masakan Ibunda Nandya..
    Selamat lebaran penuh arti
    Selamat lebaran berisi makna indah
    Selamat lebaran perbaikan gizi???

  3. @ roffi

    memang…itulah yang membuat setiap liburan pasti berat badan gw bertambah…
    hahaha
    met lebaran juga ya rof…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: