Oleh: nandyagoesti | September 17, 2008

Persaudaraan yang tulus

Beberapa sore yang lalu, saya baru saja mengalami suatu kejadian yang membuat saya merasa memiliki amat banyak saudara walaupun tidak secara hubungan darah. Suatu kejadian yang membuat saya semakin yakin bahwa panggilan “abang” ataupun “kakak” yang selalu saya ucapkan kepada orang-orang yang lebih dahulu sekolah di SMA yang sama dengan  saya bukanlah suatu bentuk kefeodalan ataupun senioritas seperti yang selalu diucapkan oleh orang-orang yang sebenarnya sama sekali tidak mengerti makna dibalik itu semua.

Berawal ketika suatu sore di bulan Ramadhan ketika saya baru saja selesai jogging di Sabuga. Karena barang-barang saya masih banyak yang tertinggal di kampus sayapun memutuskan untuk kembali ke kampus untuk berbuka puasa dan mandi terlebih dahulu di sana (mengingat jarak rumah saya dan kampus yang cukup jauh. hahaha). Sesampainya di kampus saya pun memutuskan untuk segera menuju ke sekretariat tempat saya biasa beraktivitas (baca : HME).

Dengan tubuh masih bersimbah keringat yang terus-menerus mengalir saya pun mantap menju ke HME. Di tengah perjalanan saya bertemu dengan seorang abang kelas saya semasa di SMA Taruna Nusantara. Dan yang membuat saya menjadi amat respek kepadanya adalah ketika ia langsung berkata, “Hai!! Ini dia ade gw!! Apa kabar loe?” dan langsung memeluk saya dengan meninggalkan aktivitas yang nampak sedang ia kerjakan. Saya pun berkata, “Maaf Bang, badan saya sedang berkeringat. Nanti jaket abang terpapar keringat”. Dan reaksinya adalah, “Alah, kita ini saudara dek! Apalah artinya terpapar keringat saudara sendiri??” sambil tetap tersenyum ramah.

Sungguh terharu mendengar perkataan seperti itu. Memang benar apa yang pernah dikatakan oleh pamong-pamong saya selama SMA dan para alumni. Ikatan kekeluargaan alumni SMA Taruna Nusantara amat sangat kuat. Dan hal itulah yang membuat saya amat bangga terhadap almamater saya.

SMA TARUNA NUSANTARA!!!!

Kejadian waktu itu membuat saya bertekad untuk menjadi seorang abang yang patut dicontoh setiap gerak-geriknya, setiap perilakunya, setiap perkataannya, dan setiap pemikirannya. Minimal saya akan berusaha menjadi contoh yang baik untuk adik kandung saya yang notabene nantinya akan menjadi bagian dari Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA).

P.S. : credit to Bang Piki Tresna Hidayat. The Man of This Story…..


Responses

  1. Wah, mantabs… Hikmah silaturahmi selalu mendatangkan rezeki.
    Ada yang bilang, keterikatan hati itu karena senasib sepenanggungan, atau ada juga yang bilang keterikatan hati itu karena sevisi, setujuan, ada juga yang bilang akarena se-ideologi.
    Memang misterius, tapi indahnya jelas terasa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: