Oleh: nandyagoesti | Juli 9, 2008

Demam Facebook

Di sekitar tahun 2004 ketika saya baru menginjak bangku SMA kelas 2, muncul sebuah situs primadona yang amat semarak di kalangan anak-anak muda dan remaja pada kala itu. Situs itu adalah situs perkenalan virtual di dunia maya, situs yang bisa mengakomodir para pelancong dunia maya untuk mencari teman, baik teman baru ataupun teman lama. Situs itu dinamai oleh penciptanya dengan nama Friendster.

Sekedar promosi, check it out : http://www.friendster.com/goesti. hahahaha.

Kembali ke topik pembicaraan, sampai kurang lebih sekitar 4 tahun lamanya Friendster menjadi situs no.1 yang selalu diakses oleh para remaja bahkan terkadang oleh beberapa orang dewasa juga. dari situs itulah banyak teman-teman baru bermunculan. Bahkan tak jarang muncul pasangan kekasih baru yang muncul karena dipertemukan oleh portal pertemanan dunia maya itu. Pada saat itu juga mulai menjamurlah situs-situs serupa yang menawarkan portal pertemanan dengan seluruh penggunanya di seluruh dunia, namun belum ada yang bisa menyaingi kepopuleran Friendster di kawasan Asia Tenggara.

Hingga di sekitar tahun 2007 muncul situs pertemanan baru yang bernama Facebook. Dari segi fungsi, situs ini juga menawarkan hal yang sama dengan yang ditawarkan oleh Friendster, yaitu mencari teman baru maupun lama di belahan dunia lain. Namun, perbedaan yang membuat saya cenderung lebih memilih menggunakan Facebook adalah Facebook menyediakan space bagi para penggunanya untuk membuat berbagai macam aplikasi baik berupa games, quiz, maupun ramalan-ramalan dan semacamnya yang dapat digunakan oleh seluruh penggunanya. keunikannya lagi adalah games-games dan berbagai aplikasi lainnya itu dapat dimainkan bersama-sama dengan pengguna lainnya atau dengan kata lain, Facebook menyediakan berbagai online mini games yang cukup menarik dan aplikatif dalam penggunaannya. Hal inilah yang membuat saat ini kepopuleran Friendster mulai terusik oleh kehadiran Facebook. Setidaknya inilah yang terjadi di lingkungan kampus tempat saya tinggal.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sesuatu yang sudah besar bukan berarti tidak dapat disaingi atau bahkan dikalahkan. Kunci untuk mengalahkan suatu dominasi adalah membuat sesuatu yang baru dan unik yang tentunya berbeda dengan apa yang menjadi tren pada saat itu. Atau dengan kata lain, make yourself as a trendsetter!

Believe me. It’s always work…


Responses

  1. hoiii, blogmu ditata sing apik, liat blog e masmu ki lho…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: